Mulai Sekarang Berhenti Cium Anak Di Bibir Tapi Ciumlah Pada Bahagian Ini

>Ini Alasan Sebaiknya Tidak Mencium Bibir Anak

Sahabat Ummi, pernah melihat seorang ibu mencium bibir putranya yang usia SD? Atau seorang ayah mencium bibir putrinya?

Banyak keluarga yang menganggap hal ini sah-sah saja dan merupakan bentuk kasih sayang orangtua dengan anaknya. Akan tetapi, ada beberapa alasan yang membuat kebiasaan ini sebaiknya dihentikan.

Jika ingin mencium putra-putri kita, lakukanlah di pipi mereka saja, tidak sampai mencium daerah bibirnya. Mengapa?

1. Bibir merupakan wilayah sensitif yang bisa merangsang syahwat

Dr Charlotte Reznick, seorang penulis, psikolog pendidikan dan anak di Universitas California Los Angeles ,UCLA, memberikan komentarnya mengenai efek buruk jika terlalu sering mencium anak-anak di bibir.

“Saat seorang anak mencapai 4 atau 5 atau 6 dan pada usia sekitar itu kesadaran seksualnya mulai muncul (dan beberapa anak-anak kesadaran seksualnya muncul lebih awal, terkadang muncul pada usia 2 atau 3) dan ciuman di bibir akan mendorong kesadaran seksual(syahwat) mereka.”

“Jika saya harus menjawab kapan harus berhenti mencium anak-anak Anda di bibir, jawabanya adalah sekarang.” Lanjutnya.

2. Rasul dan Sahabat hanya mencium pipi putra-putrinya

Mencium pipi merupakan bentuk kasih sayang orangtua pada anaknya, maka hal ini diperbolehkan sering-sering dilakukan. Sedangkan mencium anak di bibir sebaiknya mulai dihentikan jika sudah terbiasa melakukannya.

“Aku masuk bersama Abu Bakar menemui keluarganya, ternyata Aisyah putrinya sedang berbaring karena diserang sakit panas yang tinggi. Maka aku melihat ayahnya, Abu Bakar, mencium pipinya seraya bertanya: “Bagaimana keadaanmu, wahai putriku?” (HR. Al-Bukhari no. 3918)

Foto Hiasan

3. Mulut sarang kuman

Ada bayi yang terkena penyakit karena sering diciumi bibirnya. Ingatlah bahwa mulut bisa mentransfer kuman lewat ciuman bibir, karena kuman tersebut bisa masuk ke dalam tubuh.

Yuk, perbanyak memeluk dan mencium pipi anak kita, dan mulai tinggalkan kebiasaan mencium bibir mereka.

Sumber : ummi-online.com

Baca Juga : Pelukan untuk Anak, Sunah Rasulullah yang Berkhasiat Luar Biasa

Sahabat Ummi, siapa yang jarang memeluk anak? Tentunya anak yang masih bayi ataupun balita. Jika Sahabat Ummi termasuk orang yang enggan memeluk dan bermain bersama anak, dengan alasan apapun, sama saja enggan melakukan sunah Rasulullah.

Rasulullah shalallaahu alaihi wassaam menyuruh Abdullah, Ubaidillah dan lain-lain dari putra-putra pamanya Al-Abbas ra. untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang lebih dulu sampai kepadaku akan kuberi sesuatu (hadiah).” Mereka pun berlomba-lomba menuju Rasul, kemudian duduk di pangkuan beliau, lalu rasul memeluk mereka dan menciuminya.

Al-Aqraa bin harits melihat nabi Muhammad Saw. mencium Al-Hasan ra. lalu berkata,”Wahai Rasulullah, aku belum pernah mencium mereka.” Rasul bersabda: “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki kasih sayang ,niscaya dia tidak akan disayangi.”

Begitulah cara Rasulullah menyayangi anak-anak, beliau tidak sungkan memeluk dan menciumnya dengan kasih sayang. Tahukah Sahabat Ummi bahwa pelukan untuk anak memiliki manfaat luar biasa? Bahkan para orangtua disarankan untuk memberikan pelukan pada anak minimal 8 kali sehari untuk memberikan energi sehingga anak bisa beraktivitas dan mengoptimalkan potensinya.

Dalam buku “The Miracle of Hug” yang ditulis oleh psikolog Melly Puspita Sari dijelaskan manfaat berbeda dari pelukan dari ayah dan ibu.

Pelukan seorang Ayah dapat menjadi media untuk mentransfer kemandirian dan keberanian. Anak yang sering mendapat pelukan ayah cenderung menjadi anak mandiri, tidak penakut, dan lebih kuat dalam berinteraksi dalam kehidupan sosialnya.

Tak heran jika banyak anak perempuan yang dekat dengan Ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Tentu tak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak yang memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya.

Sedangkan pelukan dari ibu akan mentransfer sifar penuh kasih atau empati pada anak. Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. Anak yang sering mendapat pelukan ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain.

Bahkan menurut Edward R.Christopherson.Ph.D, psikolog klinis dari Children’s Mercy Hospital and Clinics di Kansas City, AS, pelukan lebih efektif dari pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai, bukan karena mereka telah melakukan sesuatu tapi karena dirinya apa adanya.

Begitu juga saat anak melakukan kesalahan, contohnya saja yang seringkali anak lakukan di rumah adalah mencorat-coret tembok. Hal pertama yang dilakukan orang tua adalah menanyakan alasan anak mencorat-coret tembok dengan intonasi yang lembut. Kemudian baru menegaskan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak baik dilakukan. Terakhir, sebelum diberikan media untuk bercorat-coret di atas kertas, orangtua bisa memeluknya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan sebagai tanda bahwa orangtua tetap mencintai sang anak meskipun tadi intonasi berbicara meninggi.

Hasil penelitian di University of Italy juga menunjukkan data, bahwa anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan, pelukan saat inisiasi dini, sesaat setelah bayi terlahir ke dunia, akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi semakin kuat.

Dan ketika pelukan dengan rasa sayang ini di teruskan hingga masa kanak-kanak dapat menjadikan pribadi anak yang tidak gampang stress. Tak hanya itu, pelukan yang tulus juga dapat menjadi media ampuh untuk meredakan konflik. Pelukan yang tulus juga dapat meluluhkan hati yang keras. Demikian menurut Penelitian Journal of Epidemiology and Community Health.

Sahabat Ummi, dengan sedemikian banyaknya manfaat pelukan untuk anak, masihkah kita mengabaikan keperluan anak untuk dipeluk dan disayangi setiap harinya? Yang terpenting, ini adalah sunah Rasulullah yang tentu saja membawa kebaikan di dunia dan di akhirat.

Sumber : ummi-online.com

Add Comment